> Semu VS Nyata: April 2009

Semu VS Nyata

Senin, 20 April 2009

Game For Indonesia (II)



Beberapa sketsa katakter yang saya buat, walau masih memakai gaya Jepang namun bajunya saya ambil dari pakaian adat beberapa daerah dengan sedikit modifikasi ('^^)>
posted by ruetamA at 23.23 0 comments

Game For Indonesia




“Wow” Itulah kalimat pertama yang muncul saat saya lihat tampilan gambar virtual pada layar kaca. Menarik, penuh dengan fantasi dan seru. “Final Fantasy VII”, kakak saya sedang memainkan Game tersebut dengan PS I nya. Waktu itu saya yang masih SMP kelas I langsung menyukainya. Game “Final Fantasy” buatan “Squaresoft” adalah game pertama yang membuat saya sangat menyukai Game apapun sampai sekarang.

Cita-cita saya yang dulunya ingin menjadi professor dan biarawati berubah. Cita-cita tetap saya sekarang adalah saya ingin menjadi pembuat game Indonesia yang terkenal sampai menjadi legenda seperti “Final Fantasy”! Dulunya sih hanya ingin berkerja di perusahaan “Squaresoft” namun setelah mencelikkan mata terhadap budaya Indonesia yang super menarik dan bermacam-macam kalau menurutku, kenapa tidak membuat Game tentang Indonesia?

Sejak itu saya berusaha mencari berbagai sumber tentang Indonesia, walau saya sendiri orang Indonesia. Mulai dari Atlas dan buku sumber lain sampai internet saya explore tentang budaya-budayanya dan… lahirlah karakter bernama “Honai”. “Honai” adalah karakter pertama yang saya buat untuk Game PS I () karena waktu itu masih terkenal PS I nya. Meskipun desain orangnya masih mengikuti gaya Jepang. Game ini berlatar di Indonesia, begini ceritanya…

Di masa depan entah kenapa seluruh flora dan fauna di Indonesia memberontak. Mereka bisa berpikir seperti manusia kebanyakan. Mereka berubah menjadi buas dan bisa berbuat semaunya mulai dari darat, air dan udara. Mereka tersebar sesuai habitat mereka masing-masing. Indonesia berubah kelam. Para flora dan fauna ingin membalas dendam atas perbuatan masyarakat moderen terhadap mereka selama ini. Mereka berencana memberikan penyiksaan baik fisik maupun mental seperti yang mereka alami kepada masyarakat moderen. Mereka juga mengeblok seluruh jalan keluar dari Indonesia dengan cara merusak seluruh peralatan komunikasi dan transportasi. Mereka tidak ingin membunuh, hanya ingin menyiksa pelan-pelan. Masyarakat moderen hanya bisa berharap kepada masyarakat tradisional, hanya mereka yang tidak diganggu oleh flora dan fauna yang mengamuk. Awalnya masyarakat tradisional tidak peduli, mereka menganggap semua memang salah masyarakat moderen dan mereka pantas dihukum. Masyarakat moderen benar-benar hidup dalam ketakutan.

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama sampai ada seorang anak perempuan dari Indonesia bagian timur yang berniat membantu mereka karena teringat masalalunya pernah ditolong oleh seorang masyarakat moderen yang dia panggil “dokter” saat masih kecil. Anak perempuan itu bernama “Honai”. Dia yakin tidak semua masyarakat moderen itu jahat. Honai dapat berkomunikasi dengan alam, seperti kebanyakan masyarakat tradisional lainnya. Dia percaya soal raja-raja para binatang di setiap pulau. Para tetuanya mengatakan bahwa di setiap pulau terdapat raja para binatang yang berkuasa mengendalikan mereka. Raja binatang yang paling berkuasa di Indonesia adalah “Garuda”. Tapi tidak ada yang tahu dimana mereka sekarang, mereka telah hilang tanpa jejak berabad-abad yang lalu. Semua percaya kalau para raja binatang telah menjadi roh yang bisa dipanggil. Semangat Honai bertambah setelah dia berhasil menyakinkan dan mengajak raja binatang di pulau Papua tinggal, yaitu “burung Cendrawasih”. Bersama burung Cendrawasih dan peliharaan kesayangannya “Ular” mereka berjuang mengajak para raja binatang yang lain juga burung Garuda, serta mengajak masyarakat tradisional lain di seluruh pulau. Petualangan dimulai dari Sabang, Honai sendiri tidak ingat kenapa dia bisa pindah dari Merauke ke Sabang. Nah, untuk memanggil roh burung Garuda, mereka harus mengumpulkan “bintang”, “kepala banteng”, “kapas”, “padi” dan “pohon beringin” yang tersembunyi di beberapa daerah.

Karena zaman yang terus berkembang saya mulai berpikir pasti PS I akan sudah ditinggalkan. Oleh karena itu, dengan mengambil topik pemberontakan yang sama dan beberapa “monster” saya memutuskan lebih fokus ke Game Online. Di sini ada 2 macam pilihan “masyarakat moderen” atau “masyarakat tradisional” keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masingh-masing. Misal kalau tradisional weaponnya mudah didapat tapi attacknya setengah dari moderen , sedang weapon moderen susah didapat namun attacknya kuat. Begitulah..

Dalam menempuh cita-citaku ini banyak sekali hambatan, mulai dari orang terdekat juga diri sendiri. Saya sadar kemampuan saya tidak begitu di TI karena itu saya lebih memilih mendesainnya, untuk pemograman saya berharap mendapat patner yang mempunyai cita-cita seperti saya (‘^w^)>

Keinginanku mati sejenak, kemudian dibangkitkan oleh kehadiran komik Indonesia, yaitu “ALIA” di salah satu majalah desain “Babyboss”. Desainnya super keren dan kreatif, ceritanya juga sangat menarik. Yang saya ingat adalah perinya yang memakai baju adat Jawa Tengah dan Buto Ijo (mungkin). Pokoknya subarashii (luar biasa)!!

Generasi muda zaman sekarang kebanyakan seperti tidak peduli lagi dengan Indonesia, mereka lebih menyukai budaya dari luar terutama Jepang. Itu tidak salah, saya sendiri juga menyukai Jepang bahkan sangat. Saya suka Gamba Osaka, Manga Naruto, IC 21, dll, Cosplay, bahasanya dan siluman serta monster buatan Jepang itu favorit saya!

Saya ingin sekali mengalahkan Game buatan Jepang yang keren sekali itu, saya kagum dengan Jepang karena itu ingin sekali aku buktikan budaya Indonesia tidak kalah dengan Jepang!! Ayo, generasi muda jangan sampai budaya Indonesia yang luar biasa ini hilang ditelan zaman bagaimanapun caramu!! \(‘^o^)/


posted by ruetamA at 23.13 0 comments

Senin, 06 April 2009

Heat The Kampanye!!

Kampanye.. Hal tersebut selalu wajar saat Pemilu mulai datang. Banyak baliho-baliho berisi wajah yang hanya dikenal beberapa kalangan saja mungkin di sepanjang jalan, banyak yang gratis-gratis dan yang paling menyebalkan menurut saya adalah banyak sekali motor riibut dan buang gas sembarangan!!
Katanya tahu Global Warming, tapi (maaf) kok buang gas sembarangan?! Ini bagaimana?!
Sewaktu saya sedang di rumah, sedang enak-enak berkerja tiba-tiba, "WREENNGG-BREENGG-BREENG!!!" Kaget saya sudah begitu asapnya mengebul sampai masuk ke rumah. Di jalan eh "WREENG BREENGG-BRENGG!!" lagi membuat telinga sakit, asapnya menyesakkan dan membuat bodoh (menghasilkan TEL/ Tetra Etil Lead). Ini bagaimana? Tidak adakah yang kampanye sekali-kali naik sepeda semua atau becak, dolkar mungkin sekalian bagi-bagi rejeki? Ya tapi buang gas juga tidak masalah kalau tidak kendaraan, kan bisa rusak. Tapi, bayangkan kalau seandainya yang dibuang gas tidak enak begitu (kalau manusia sehabis makan telur itu yang paling aduh sayang hidung) jelas sesak kan?!
Boleh saja sih memakai kendaraan bermotor, tapi mbok ya dibenerin dulu biar tidak "BRAANG-BREENG!!" Guru saya pernah bilang kalau kendaraan yang suaranya keras bahan bakarnya boros. Tapi kok yang saya lihat semua tenang-tenang gitu. Sejauh yang saya lihat masih banyak orang yang memakai motor seperti itu. Yang paling menyebalkan adalah mobil pengantar LPG, buang gas g tanggung-tanggung. Benerin dong!!
Sekali-kali peduli sama orang yang g pingin bodoh dong, menghirup TEL terus memang enak?! Juga peduli sama bumi, sudah disediain dan merawat banyak pohon buat baliho dan kertas-kertas promosi, sudah disediain O2 buat bernapas,dll tapi kok tidak dirawat balik?!
Saya pun tidak luput dari hal2 menyedihkan tadi. Karena itu coba koreksi diri dan jangan egois ('^^)> Shi5

Label: ,

posted by ruetamA at 18.23 0 comments